BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia adalah salah satu dari sekian
makhluk ciptaan Tuhan dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya manusia
memiliki banyak kelebihan. Manusia merupakan makhluk yang utuh dan unik. Sebagai
makhluk yang utuh manusia terdiri dari bio, psiko, sosio, dan spritual.
Manusia terdiri dari satu kesatuan yang
merupakan karakteristik dan berakal, memiliki sifat-sifat yang unik karena
manusia memiliki perbedaan dengan setiap manusia lainnya dan mempunyai cara
yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya.
1.2
Rumusan Masalah
Apa
saja yang mendasari konsep manusia?
1.3
Tujuan Masalah
Mengetahui
konsep manusia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Konsep Manusia
Manusia adalah makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang
lain,oleh karna itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia
lain. Konsep manusia dibagi menjadi tiga bagian yaitu, manusia sebagai makhluk
hilostik,manusia sebagai makhluk adaptif,manusia sebagai system.
2.1.1 Manusia Sebagai
Makhluk Holistik
Manusia
sebagai makhluk holistic mengandung pengertian,manusia makhluk yang terdiri
dari unsur biologis,psikologis,social,dan spiritual atau sering disebut juga
sebagai makhluk biopsikososialspiritual. Dimana keempat unsur ini tidak dapat
terpisahkan,gangguan terhadap salah satu aspek merupakan ancaman terhadap aspek
atau unsur yang lain.
Berikut keempat unsur tersebut ialah :
1. Manusia
sebagai makhluk biologis, disebabkan karna:
a) Manusia
terdiri dari gabungan system-sistem organ tubuh
b) Manusia
mempertahankan hidup
c) Manusia
tidak lepas dari hokum alam (khususnya hokum perkembangan)
2.
Manusia sebagai makhluk psokologis, karna:
a) Setiap
individu memiliki kepribadian yang unik (sanguin,melankholik,dll)
b) Setiap
individu memiliki tingkahlaku yang merupakan manifestasi dari kejiwaan
c) Setiap
individu memiliki kecerdasarn dan daya fikir
d) Setiap
individu memiliki kebutuhan psikologis untuk mengembangkan kepribadian
3. Manusia
sebagai makhluk social, karena:
a) Setiap
individu hidup bersama dengan orang lain
b) Setiap
individu dipengaruhi oleh kebudayaan
c) Setiap
individu terkait oleh norma yang berlaku dimasyarakat
d) Setiap
individu dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
e) Setiap
individu tidak dapat hidup sendiri tetapi perlu bantuan orang lain
4.
Manusia sebagai makhluk spiritual, karna:
a) Setiap
individu memiliki keykinan sendiri tentang adanya tuhan
b) Setiap
individu memiliki pandangan hidup,dan dorongan sejalan dengan keyakinan yang
dipegangnya.
2.1.2 Manusia Sebagai Makhluk Adaptif
Adaptasi
adalah proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap
perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan. Lingkungan adalah
seluruh kondisi kadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau
kelompok organism. Manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di
lingkungannya yang akan selalu menunjukan prilaku adaptif dan maladatif.
Apabila kemampuan merespon lingkungan tersebut baik, maka perilaku manusia akan
menimbulkan perilaku adaptif, akan tetapi jika kemempuan dalam merespon kurang,
maka perilaku manusia akan menimbulkan perilaku maladaptif.Model konsep
adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini
dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan dibawah
ini:
Terdapat
tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi:
1. Respon
takut
2. Respon
inflamasi
3. Respon
stress
4. Respon
sensori
Menurut Roy perilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh.
Beradaptasi dan menangani ransangan lingkungan.
Asumsi
dasar model Roy adalah:
1. Manusia
adalah keseluruhan dari biopsikologi dan social yang terus-menerus berinteraksi
dengan lingkungan
2. Manusia
menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan-perubahan
biopsikosisial
3. Setiap
orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi.
Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif
maupun negatif.
4. Kemampuan
adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya,jika seseorang
dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk
menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
5. Sehat
dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan
manusia.
Dalam asuhan keperawatan, menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan
keperawatan adalah individu,keluarga,kelompok,masyarakat yang dipandang sebagai
“Holistic adaptif system” dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan.
System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai
kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap
bagian-bagiannya. System terdiri dari proses input,autput,kontrol dan umpan
balik ( Roy, 1991 ),
Dalam memahami konsep model ini,Callista Roy mengemukakan konsep keperawatan
dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta
nilai yang dimilikinya diantaranya:
1. Manusia
sebagai makhluk biologi, psikologi dan social yang selalu berinteraksi dengan
lingkungannya.
2. Untuk
mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus beradaptasi
sesuai dengan perubahan yang terjadi.
3. Terdapat
tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh roy, diantaranya:
a) Focal
stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseorang dan akan
mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang individu.
b) Kontekstual
stimulus, merupakan stimulus lain yang dialami seseorang, dan baik stimulus
internal maupun eksternal, yang dapat mempengaruhi, kemudian dapat dilakukan
observasi, diukur secara subjektif.
c) Residual
stimulus, merupakan stimulus lain yang merupakan cirri tambahan yang ada atau
sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar
dilakukan observasi.
4. System
adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya:
a) Pertama,
fungsi fisiologis, komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis
diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas
kulit, indera, cairan dan elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.
b) Kedua,
konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola
interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
c) Ketiga,
fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan bagaimana
peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan
dengan orang lain.
d) Keempat,
interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih
sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat
individu maupun kelompok.
e) Dalam
proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu
melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi dan
keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan meningkatkan respon adaptasi.
Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai
sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan
yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol
adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih
spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas
kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara
adaptasi yaitu : fungsi fisiologis,
konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Dalam model adaptasi keperawatan,
manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif yang
dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Sebagai sistem
adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem, jadi
manusia dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit
fungsional secara keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa
tujuan. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima
masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri.
Input atau stimulus termasuk variabel standar yang berlawanan yang umpan
baliknya dapat dibandingkan. Variabel standar ini adalah stimulus internal yang
mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang
dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol
manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme
koping yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem
kognator. Regulator dan kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya
terhadap empat efektor atau cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis,
konsep diri, fungsi peran dan interdependen.
2.1.3 Manusia Sebagai Sistem
Manusia ditinjau sebagai sistem,artinya manusia
terdiri dari beberapa unsur atau sistem yang membentuk suatu totalitas.
Adapun
berisi: sistem adaptif,sitem personal,sistem interpersonal,dan sistem sosial.
1. Manusia
sebagai sistem adaptif, disebabkan:
a) Setiap
individu dapat berubah
b) Setiap
individu merespon terhadap perubahan
2. Manusia
sebagai sistem personal, disebabkan:
a) Setiap
manusia memiliki proses persepsi
b) Setiap
manusia bertumbuh kembang.
3. Manusia
sistem interpersonal
a) Setiap
manusia berinteraksi dengan yang lain
b) Setiap
manusia memiliki peran dalam masyarakat
c) Setiap
manusia berkomunikasi terhadap orang lain
4. Manusia
sebagai sistem social
a) Setiap
individu memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan dalam lingkungannya; keluarga, masyarakat, dan
tempat kerja.
2.2
|
Kebutuhan Dasar
Manusia
Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan
dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan merupakan unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun
psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan
kesehatan.
2.2.1
Manusia Dengan Kebutuhan Dasarnya
a)
Kebutuhan dasar yang sama sesuai dengan prioritas
masing-masing
b)
Kebutuhan
dasar sebagian dapat ditunda
c)
Kegagalan dalam pemenuhan dapat menimbulkan sakit
d)
Pemenuhannya dipengaruhi oleh
stimulus internal maupun
eksternal
e)
Selalu berusaha memenuhi kebutuhan dengan segera
2.2.2
Karakteristik kebutuhan Dasar Manusia
Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang
sama,walaupun masing-masing memiliki latar belakang sosial,budaya, persepsi,
dan pengetahuan yang berbeda. Manusia akan memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai
dengan tingkat prioritas masing-masing. Kebutuhan dasaryang harus segera
dipenuhi adalah kebutuhan dasar dengan tingkat prioritas yang paling
tinggi/utama walaupun kebutuhan dasar umumnya harus dipenuhi,sebagian dari
kebutuhan tersebut dapat ditunda.
Kegagalan dalam pemenuhan salah satu kebutuhan dasar dapat menimbulkan
ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan sakit. Adanya keinginan untuk memenuhi
kebutuhan dasar,yang dipengaruhi oleh stimulus internal maupun eksternal.
Kebutuhan dasar saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Manusia dapat
merasakan adanya kebutuhan dan akan beruasaha memenuhinya dengan segera
(Asmadi, 2008).
Model Kebutuhan Dasar Manusia menurut Abraham
Maslow :

A.
KEBUTUHAN
FISIOLOGI/ DASAR
Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari
bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi.
Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel,
jaringan,organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan
fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan.
Menurut Abraham Maslow kebutuhan fisiologi sangat mendasar,
paling kuat dan paling jelas dari antara sekian kebutuhan adalah untuk
mempertahankan hidupnya secara fisik. Yaitu kebutuhan untuk makan, minum,tempat
tinggal, sexs tidur dan oksigen. Manusia akan menekan kebutuhannya sedemikian
rupa agar kebutuhan fisiologis (dasar)nya tercukupi. Sebagai contoh:
1.
pengeluaran
zat sis, di mana seseorang harus mengeluarkan zat-zat sisa yang sedah
tidak terpakaioleh tubuh. Karena jika tidak di kelurkan akan mengakibatkan
penyakit/pembentukan penyakit.
2.
Oksigen
(O2) merupakan salah satu kebutuhan vital untuk kehidupan kita. Dengan mengkonsumsi
oksigen yang cukup akan membuat organ tubuh berfungsi dengan optimal.
Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan yang rendah dapat
menyebabkan kemungkinan tubuh mengidap penyakit kronis. Sel-sel tubuhyang
kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan kurang nyaman, takut atau
sakit. Menguap adalah salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena
mengantuk.
B.
KEBUTUHAN
AKAN RASA AMAN
Kebutuhan akan rasa
aman ini baiasanya terpuaskan pada orang-orang yang sehat dan normal.Seseorang
yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan setabilitas
yang sanggat berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang
tidak di harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung
santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara panas/dingin,
cuaca jelek, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan
mendapatkan perlindungan hukum
Bebas dari
penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dariteror, dan
lain sebagainya.
Sebagai
contoh :
1.
Seseorang
membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan panas memenuhi kepuasan untuk
dirinya
2.
Saat
indonesia di jajah kita melawan penjajah tersebut dan akhirnya
merdeka karena saat terjajah kita tidak merasa amanan.
C.
KEBUTUHAN
SOSIAL
Kebutuhan akan rasa
memiliki-dimiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan rasa memiliki tempat di
tengah kelomoknya.
Sebagai
contoh :
1.
Dimana
seseorang yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama membuat suatu
kelompok/berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan
dapat memberikan perhatian atas klompok tersebut.
2.
Kebutuhan
cinta seorang anak oleh ibunya, itu sanggat berpengaruh terhadap tumbuh kembang
anak misal seorang anak tercukupi kebutuhan akan kasih sayang maka perkembangan
anak akan optimal berupa fisik maupun psikologinya karena perhatian yang di
berikan ibu kepada anaknya.
D.
KEBUTUHAN
AKAN PENGHARGAAN
Maslow menemukan bahwa
setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yakni:
1. HARGA DIRI
Merupakan penilaian
terhadap hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal
diri. Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi
dan jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di peroleh
dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan
kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidak
tergantungan dan kebebasan
Kebutuhan
harga diri meliputi:
a)
Menghargai
diri sendiri
b)
Menghargai
orang lain
c)
Dihargai
orang lain
d)
Kebebasan
yang mandiri
e)
Preshies
f)
Di kenal dan
di akui
g)
Penghargaan
2. PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN
meliputi prestis,
pengakuan, penerimaan,perhatian, kedudukan,nama baik serta penghargaan.
Penghargaan dari orang lain sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan
penghargaan itu seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percayaakan diri
sendiri dan juga lebih produktif.
Kebutuhan
penghargaan dari orang lain meliputi :
a)
Kekuatan
b)
Pencapaian
c)
Rasa cukup
d)
Kompetisi
e)
Rasa percaya
diri
f)
Kemerdekaan
Sebagai conoh:
a)
Seorang
pemahat di puji oleh pelanggannya maka iya akan lebih semangat
dalam membuatmemproduksi karyanya dalam jumlah maupun model.
b)
Seorang guru
yang mengajar, mengabdi bertahun-tahun dan mendapatkan pengangkatan pegawai
negeri oleh pemerintah
E. KEBUTUHAN
AKTUALISASI DIRI
Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk
melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. tingkatan tertinggi dari
perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi
dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.
Pada saat manusia sudah memenuhi seluruh kebutuhan pada semua tingkatan
yang lebih rendah , melalui aktualisasi diri di katakan bahwa mereka mencapai
potensi yang paling maksimal.
a)
Manusia yang
teraktualisasi dirinya:
b)
Mempunyai
kepribadian multi dimensi yang matang.
c)
Sering mampu
mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang banyak.
d)
Mencapai
pemenuhan kepuasan dari pekerjaan yang di kerjakan dengan baik.
e)
Tidak
tergantung secara penuh pada opini orang lain.
Sebagai
contoh:
Saat kita mengetahui bahwa
minggu depan akan ada ulangan maka kita akan belajar lebih agar mendapatkan
kepuasan dalam ujian dan mendapatkan nilai baik
2.3 Manusia Sebagai Klien Dalam Layanan Keperawatan
a.
Individu
Sebagai klien yang bersifat individu, sasaran pemenuhan
kebutuhan dasarnya adalah
biopsikososial dan spiritual yang berbeda dengan individu lainnya. Karena itu
diharapkan terjadi proses pemenuhan kebutuhan dasar kearah kemandirian.
Kebutuhan dasar tersebut meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan dan
kenyamanan, cinta mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
b.
Keluarga
Sebagai klien yang bersifat keluarga, diartikan sebagai
sekelompok individu atau kumpulan dari individu yang saling berhubungan dan
berinteraksi satu dengan yang lain dalam lingkungan sendiri atau masyarakat,
sehingga dalam memberikan perawatan selalu memandang aspek keluarga karena
melalui keluarga ini akan dapat diketahui factor yang mempengaruhi masalah
kesehatan agar tujuan perawatan dalam membantu meningkatkan kemampuam keluarga
untuk mampu menyelesaikan masalah (tugas) kesehatan secara mandiri dapat
terpenuhi.
c.
Masyarakat
Sebagai klien yang bersifat masyarakat, diartikan bahwa
melalui masyarakat kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya
fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat rekreasi, transportasi,serta
komunikasi dan sosial, dengan adanya keyakinan yang kuat dari masyarakat
sehingga pandangan masyarakat sangat diperlukan dalam proses perubahan untuk
pemenuhan kebutuhan masyarakat
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang
sama namun juga disesuaikan denag budaya masing-masing.Kebutuhan Dasar harus
dipenuhi namun juga bisa di tunda.
Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan dasar
dapat menyebabkan ketidakseimbangan hemoestasis dan munculnya
patologis.Kebutuhan membuat orang berpikir dan bergerak untuk memenuhinya
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia adalah salah satu dari sekian
makhluk ciptaan Tuhan dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya manusia
memiliki banyak kelebihan. Manusia merupakan makhluk yang utuh dan unik. Sebagai
makhluk yang utuh manusia terdiri dari bio, psiko, sosio, dan spritual.
Manusia terdiri dari satu kesatuan yang
merupakan karakteristik dan berakal, memiliki sifat-sifat yang unik karena
manusia memiliki perbedaan dengan setiap manusia lainnya dan mempunyai cara
yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya.
1.2
Rumusan Masalah
Apa
saja yang mendasari konsep manusia?
1.3
Tujuan Masalah
Mengetahui
konsep manusia
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Konsep Manusia
Manusia adalah makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang
lain,oleh karna itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia
lain. Konsep manusia dibagi menjadi tiga bagian yaitu, manusia sebagai makhluk
hilostik,manusia sebagai makhluk adaptif,manusia sebagai system.
2.1.1 Manusia Sebagai
Makhluk Holistik
Manusia
sebagai makhluk holistic mengandung pengertian,manusia makhluk yang terdiri
dari unsur biologis,psikologis,social,dan spiritual atau sering disebut juga
sebagai makhluk biopsikososialspiritual. Dimana keempat unsur ini tidak dapat
terpisahkan,gangguan terhadap salah satu aspek merupakan ancaman terhadap aspek
atau unsur yang lain.
Berikut keempat unsur tersebut ialah :
1. Manusia
sebagai makhluk biologis, disebabkan karna:
a) Manusia
terdiri dari gabungan system-sistem organ tubuh
b) Manusia
mempertahankan hidup
c) Manusia
tidak lepas dari hokum alam (khususnya hokum perkembangan)
2.
Manusia sebagai makhluk psokologis, karna:
a) Setiap
individu memiliki kepribadian yang unik (sanguin,melankholik,dll)
b) Setiap
individu memiliki tingkahlaku yang merupakan manifestasi dari kejiwaan
c) Setiap
individu memiliki kecerdasarn dan daya fikir
d) Setiap
individu memiliki kebutuhan psikologis untuk mengembangkan kepribadian
3. Manusia
sebagai makhluk social, karena:
a) Setiap
individu hidup bersama dengan orang lain
b) Setiap
individu dipengaruhi oleh kebudayaan
c) Setiap
individu terkait oleh norma yang berlaku dimasyarakat
d) Setiap
individu dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
e) Setiap
individu tidak dapat hidup sendiri tetapi perlu bantuan orang lain
4.
Manusia sebagai makhluk spiritual, karna:
a) Setiap
individu memiliki keykinan sendiri tentang adanya tuhan
b) Setiap
individu memiliki pandangan hidup,dan dorongan sejalan dengan keyakinan yang
dipegangnya.
2.1.2 Manusia Sebagai Makhluk Adaptif
Adaptasi
adalah proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap
perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan. Lingkungan adalah
seluruh kondisi kadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau
kelompok organism. Manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di
lingkungannya yang akan selalu menunjukan prilaku adaptif dan maladatif.
Apabila kemampuan merespon lingkungan tersebut baik, maka perilaku manusia akan
menimbulkan perilaku adaptif, akan tetapi jika kemempuan dalam merespon kurang,
maka perilaku manusia akan menimbulkan perilaku maladaptif.Model konsep
adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini
dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan dibawah
ini:
Terdapat
tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi:
1. Respon
takut
2. Respon
inflamasi
3. Respon
stress
4. Respon
sensori
Menurut Roy perilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh.
Beradaptasi dan menangani ransangan lingkungan.
Asumsi
dasar model Roy adalah:
1. Manusia
adalah keseluruhan dari biopsikologi dan social yang terus-menerus berinteraksi
dengan lingkungan
2. Manusia
menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan-perubahan
biopsikosisial
3. Setiap
orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi.
Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif
maupun negatif.
4. Kemampuan
adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya,jika seseorang
dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk
menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
5. Sehat
dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan
manusia.
Dalam asuhan keperawatan, menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan
keperawatan adalah individu,keluarga,kelompok,masyarakat yang dipandang sebagai
“Holistic adaptif system” dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan.
System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai
kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap
bagian-bagiannya. System terdiri dari proses input,autput,kontrol dan umpan
balik ( Roy, 1991 ),
Dalam memahami konsep model ini,Callista Roy mengemukakan konsep keperawatan
dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta
nilai yang dimilikinya diantaranya:
1. Manusia
sebagai makhluk biologi, psikologi dan social yang selalu berinteraksi dengan
lingkungannya.
2. Untuk
mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus beradaptasi
sesuai dengan perubahan yang terjadi.
3. Terdapat
tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh roy, diantaranya:
a) Focal
stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseorang dan akan
mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang individu.
b) Kontekstual
stimulus, merupakan stimulus lain yang dialami seseorang, dan baik stimulus
internal maupun eksternal, yang dapat mempengaruhi, kemudian dapat dilakukan
observasi, diukur secara subjektif.
c) Residual
stimulus, merupakan stimulus lain yang merupakan cirri tambahan yang ada atau
sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar
dilakukan observasi.
4. System
adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya:
a) Pertama,
fungsi fisiologis, komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis
diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas
kulit, indera, cairan dan elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.
b) Kedua,
konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola
interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
c) Ketiga,
fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan bagaimana
peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan
dengan orang lain.
d) Keempat,
interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih
sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat
individu maupun kelompok.
e) Dalam
proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu
melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi dan
keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan meningkatkan respon adaptasi.
Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai
sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan
yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol
adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih
spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas
kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara
adaptasi yaitu : fungsi fisiologis,
konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Dalam model adaptasi keperawatan,
manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif yang
dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Sebagai sistem
adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem, jadi
manusia dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit
fungsional secara keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa
tujuan. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima
masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri.
Input atau stimulus termasuk variabel standar yang berlawanan yang umpan
baliknya dapat dibandingkan. Variabel standar ini adalah stimulus internal yang
mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang
dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol
manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme
koping yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem
kognator. Regulator dan kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya
terhadap empat efektor atau cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis,
konsep diri, fungsi peran dan interdependen.
2.1.3 Manusia Sebagai Sistem
Manusia ditinjau sebagai sistem,artinya manusia
terdiri dari beberapa unsur atau sistem yang membentuk suatu totalitas.
Adapun
berisi: sistem adaptif,sitem personal,sistem interpersonal,dan sistem sosial.
1. Manusia
sebagai sistem adaptif, disebabkan:
a) Setiap
individu dapat berubah
b) Setiap
individu merespon terhadap perubahan
2. Manusia
sebagai sistem personal, disebabkan:
a) Setiap
manusia memiliki proses persepsi
b) Setiap
manusia bertumbuh kembang.
3. Manusia
sistem interpersonal
a) Setiap
manusia berinteraksi dengan yang lain
b) Setiap
manusia memiliki peran dalam masyarakat
c) Setiap
manusia berkomunikasi terhadap orang lain
4. Manusia
sebagai sistem social
a) Setiap
individu memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan dalam lingkungannya; keluarga, masyarakat, dan
tempat kerja.
2.2
|
Kebutuhan Dasar
Manusia
Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan
dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan merupakan unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun
psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan
kesehatan.
2.2.1
Manusia Dengan Kebutuhan Dasarnya
a)
Kebutuhan dasar yang sama sesuai dengan prioritas
masing-masing
b)
Kebutuhan
dasar sebagian dapat ditunda
c)
Kegagalan dalam pemenuhan dapat menimbulkan sakit
d)
Pemenuhannya dipengaruhi oleh
stimulus internal maupun
eksternal
e)
Selalu berusaha memenuhi kebutuhan dengan segera
2.2.2
Karakteristik kebutuhan Dasar Manusia
Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang
sama,walaupun masing-masing memiliki latar belakang sosial,budaya, persepsi,
dan pengetahuan yang berbeda. Manusia akan memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai
dengan tingkat prioritas masing-masing. Kebutuhan dasaryang harus segera
dipenuhi adalah kebutuhan dasar dengan tingkat prioritas yang paling
tinggi/utama walaupun kebutuhan dasar umumnya harus dipenuhi,sebagian dari
kebutuhan tersebut dapat ditunda.
Kegagalan dalam pemenuhan salah satu kebutuhan dasar dapat menimbulkan
ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan sakit. Adanya keinginan untuk memenuhi
kebutuhan dasar,yang dipengaruhi oleh stimulus internal maupun eksternal.
Kebutuhan dasar saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Manusia dapat
merasakan adanya kebutuhan dan akan beruasaha memenuhinya dengan segera
(Asmadi, 2008).
Model Kebutuhan Dasar Manusia menurut Abraham
Maslow :

A.
KEBUTUHAN
FISIOLOGI/ DASAR
Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari
bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi.
Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel,
jaringan,organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan
fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan.
Menurut Abraham Maslow kebutuhan fisiologi sangat mendasar,
paling kuat dan paling jelas dari antara sekian kebutuhan adalah untuk
mempertahankan hidupnya secara fisik. Yaitu kebutuhan untuk makan, minum,tempat
tinggal, sexs tidur dan oksigen. Manusia akan menekan kebutuhannya sedemikian
rupa agar kebutuhan fisiologis (dasar)nya tercukupi. Sebagai contoh:
1.
pengeluaran
zat sis, di mana seseorang harus mengeluarkan zat-zat sisa yang sedah
tidak terpakaioleh tubuh. Karena jika tidak di kelurkan akan mengakibatkan
penyakit/pembentukan penyakit.
2.
Oksigen
(O2) merupakan salah satu kebutuhan vital untuk kehidupan kita. Dengan mengkonsumsi
oksigen yang cukup akan membuat organ tubuh berfungsi dengan optimal.
Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan yang rendah dapat
menyebabkan kemungkinan tubuh mengidap penyakit kronis. Sel-sel tubuhyang
kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan kurang nyaman, takut atau
sakit. Menguap adalah salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena
mengantuk.
B.
KEBUTUHAN
AKAN RASA AMAN
Kebutuhan akan rasa
aman ini baiasanya terpuaskan pada orang-orang yang sehat dan normal.Seseorang
yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan setabilitas
yang sanggat berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang
tidak di harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung
santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara panas/dingin,
cuaca jelek, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan
mendapatkan perlindungan hukum
Bebas dari
penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dariteror, dan
lain sebagainya.
Sebagai
contoh :
1.
Seseorang
membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan panas memenuhi kepuasan untuk
dirinya
2.
Saat
indonesia di jajah kita melawan penjajah tersebut dan akhirnya
merdeka karena saat terjajah kita tidak merasa amanan.
C.
KEBUTUHAN
SOSIAL
Kebutuhan akan rasa
memiliki-dimiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan rasa memiliki tempat di
tengah kelomoknya.
Sebagai
contoh :
1.
Dimana
seseorang yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama membuat suatu
kelompok/berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan
dapat memberikan perhatian atas klompok tersebut.
2.
Kebutuhan
cinta seorang anak oleh ibunya, itu sanggat berpengaruh terhadap tumbuh kembang
anak misal seorang anak tercukupi kebutuhan akan kasih sayang maka perkembangan
anak akan optimal berupa fisik maupun psikologinya karena perhatian yang di
berikan ibu kepada anaknya.
D.
KEBUTUHAN
AKAN PENGHARGAAN
Maslow menemukan bahwa
setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yakni:
1. HARGA DIRI
Merupakan penilaian
terhadap hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal
diri. Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi
dan jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di peroleh
dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan
kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidak
tergantungan dan kebebasan
Kebutuhan
harga diri meliputi:
a)
Menghargai
diri sendiri
b)
Menghargai
orang lain
c)
Dihargai
orang lain
d)
Kebebasan
yang mandiri
e)
Preshies
f)
Di kenal dan
di akui
g)
Penghargaan
2. PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN
meliputi prestis,
pengakuan, penerimaan,perhatian, kedudukan,nama baik serta penghargaan.
Penghargaan dari orang lain sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan
penghargaan itu seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percayaakan diri
sendiri dan juga lebih produktif.
Kebutuhan
penghargaan dari orang lain meliputi :
a)
Kekuatan
b)
Pencapaian
c)
Rasa cukup
d)
Kompetisi
e)
Rasa percaya
diri
f)
Kemerdekaan
Sebagai conoh:
a)
Seorang
pemahat di puji oleh pelanggannya maka iya akan lebih semangat
dalam membuatmemproduksi karyanya dalam jumlah maupun model.
b)
Seorang guru
yang mengajar, mengabdi bertahun-tahun dan mendapatkan pengangkatan pegawai
negeri oleh pemerintah
E. KEBUTUHAN
AKTUALISASI DIRI
Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk
melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. tingkatan tertinggi dari
perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi
dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.
Pada saat manusia sudah memenuhi seluruh kebutuhan pada semua tingkatan
yang lebih rendah , melalui aktualisasi diri di katakan bahwa mereka mencapai
potensi yang paling maksimal.
a)
Manusia yang
teraktualisasi dirinya:
b)
Mempunyai
kepribadian multi dimensi yang matang.
c)
Sering mampu
mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang banyak.
d)
Mencapai
pemenuhan kepuasan dari pekerjaan yang di kerjakan dengan baik.
e)
Tidak
tergantung secara penuh pada opini orang lain.
Sebagai
contoh:
Saat kita mengetahui bahwa
minggu depan akan ada ulangan maka kita akan belajar lebih agar mendapatkan
kepuasan dalam ujian dan mendapatkan nilai baik
2.3 Manusia Sebagai Klien Dalam Layanan Keperawatan
a.
Individu
Sebagai klien yang bersifat individu, sasaran pemenuhan
kebutuhan dasarnya adalah
biopsikososial dan spiritual yang berbeda dengan individu lainnya. Karena itu
diharapkan terjadi proses pemenuhan kebutuhan dasar kearah kemandirian.
Kebutuhan dasar tersebut meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan dan
kenyamanan, cinta mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
b.
Keluarga
Sebagai klien yang bersifat keluarga, diartikan sebagai
sekelompok individu atau kumpulan dari individu yang saling berhubungan dan
berinteraksi satu dengan yang lain dalam lingkungan sendiri atau masyarakat,
sehingga dalam memberikan perawatan selalu memandang aspek keluarga karena
melalui keluarga ini akan dapat diketahui factor yang mempengaruhi masalah
kesehatan agar tujuan perawatan dalam membantu meningkatkan kemampuam keluarga
untuk mampu menyelesaikan masalah (tugas) kesehatan secara mandiri dapat
terpenuhi.
c.
Masyarakat
Sebagai klien yang bersifat masyarakat, diartikan bahwa
melalui masyarakat kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya
fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat rekreasi, transportasi,serta
komunikasi dan sosial, dengan adanya keyakinan yang kuat dari masyarakat
sehingga pandangan masyarakat sangat diperlukan dalam proses perubahan untuk
pemenuhan kebutuhan masyarakat
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang
sama namun juga disesuaikan denag budaya masing-masing.Kebutuhan Dasar harus
dipenuhi namun juga bisa di tunda.
Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan dasar
dapat menyebabkan ketidakseimbangan hemoestasis dan munculnya
patologis.Kebutuhan membuat orang berpikir dan bergerak untuk memenuhinya
No comments:
Post a Comment