Social Icons

Pages

Tuesday, 24 May 2016

konsep manuisa dalam keperawatan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Manusia adalah salah satu dari sekian makhluk ciptaan Tuhan dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya manusia memiliki banyak kelebihan. Manusia merupakan makhluk yang utuh dan unik. Sebagai makhluk yang utuh manusia terdiri dari bio, psiko, sosio, dan spritual.
Manusia terdiri dari satu kesatuan yang merupakan karakteristik dan berakal, memiliki sifat-sifat yang unik karena manusia memiliki perbedaan dengan setiap manusia lainnya dan mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya.

1.2  Rumusan Masalah
Apa saja yang mendasari konsep manusia?

1.3  Tujuan Masalah
Mengetahui konsep manusia













BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Konsep Manusia

Manusia adalah makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang lain,oleh karna itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Konsep manusia dibagi menjadi tiga bagian yaitu, manusia sebagai makhluk hilostik,manusia sebagai makhluk adaptif,manusia sebagai system.

2.1.1 Manusia Sebagai Makhluk Holistik
Manusia sebagai makhluk holistic mengandung pengertian,manusia makhluk yang terdiri dari unsur biologis,psikologis,social,dan spiritual atau sering disebut juga sebagai makhluk biopsikososialspiritual. Dimana keempat unsur ini tidak dapat terpisahkan,gangguan terhadap salah satu aspek merupakan ancaman terhadap aspek atau unsur yang lain.
Berikut keempat unsur tersebut ialah :
1.      Manusia sebagai makhluk biologis, disebabkan karna:
a)      Manusia terdiri dari gabungan system-sistem organ tubuh
b)      Manusia mempertahankan hidup
c)      Manusia tidak lepas dari hokum alam (khususnya hokum perkembangan)

2.      Manusia sebagai makhluk psokologis, karna:
a)      Setiap individu memiliki kepribadian yang unik (sanguin,melankholik,dll)
b)      Setiap individu memiliki tingkahlaku yang merupakan manifestasi dari kejiwaan
c)      Setiap individu memiliki kecerdasarn dan daya fikir
d)     Setiap individu memiliki kebutuhan psikologis untuk mengembangkan kepribadian

3.      Manusia sebagai makhluk social, karena:
a)      Setiap individu hidup bersama dengan orang lain
b)      Setiap individu dipengaruhi oleh kebudayaan
c)      Setiap individu terkait oleh norma yang berlaku dimasyarakat
d)     Setiap individu dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
e)      Setiap individu tidak dapat hidup sendiri tetapi perlu bantuan orang lain

4.      Manusia sebagai makhluk spiritual, karna:
a)      Setiap individu memiliki keykinan sendiri tentang adanya tuhan
b)      Setiap individu memiliki pandangan hidup,dan dorongan sejalan dengan keyakinan yang dipegangnya.
2.1.2 Manusia Sebagai Makhluk Adaptif

Adaptasi adalah proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan. Lingkungan adalah seluruh kondisi kadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau kelompok organism. Manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di lingkungannya yang akan selalu menunjukan prilaku adaptif dan maladatif. Apabila kemampuan merespon lingkungan tersebut baik, maka perilaku manusia akan menimbulkan perilaku adaptif, akan tetapi jika kemempuan dalam merespon kurang, maka perilaku manusia akan menimbulkan perilaku maladaptif.Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan dibawah ini:
Terdapat tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi:
1.      Respon takut
2.      Respon inflamasi
3.      Respon stress
4.      Respon sensori

Menurut Roy perilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh. Beradaptasi dan menangani ransangan lingkungan.
Asumsi dasar model Roy adalah:
1.      Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan social yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan
2.      Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan-perubahan biopsikosisial
3.      Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif.
4.      Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya,jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
5.      Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia.



Dalam asuhan keperawatan, menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan keperawatan adalah individu,keluarga,kelompok,masyarakat yang dipandang sebagai “Holistic adaptif system” dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan.
System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap bagian-bagiannya. System terdiri dari proses input,autput,kontrol dan umpan balik ( Roy, 1991 ),
Dalam memahami konsep model ini,Callista Roy mengemukakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya diantaranya:
1.      Manusia sebagai makhluk biologi, psikologi dan social yang selalu berinteraksi dengan lingkungannya.
2.      Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi.
3.      Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh roy, diantaranya:
a)      Focal stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseorang dan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang individu.
b)      Kontekstual stimulus, merupakan stimulus lain yang dialami seseorang, dan baik stimulus internal maupun eksternal, yang dapat mempengaruhi, kemudian dapat dilakukan observasi, diukur secara subjektif.
c)      Residual stimulus, merupakan stimulus lain yang merupakan cirri tambahan yang ada atau sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar dilakukan observasi.

4.      System adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya:
a)      Pertama, fungsi fisiologis, komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas kulit, indera, cairan dan elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.
b)      Kedua, konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
c)      Ketiga, fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
d)     Keempat, interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun kelompok.

e)      Dalam proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi dan keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan meningkatkan respon adaptasi.

Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Dalam model adaptasi keperawatan, manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Sebagai sistem adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem, jadi manusia dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit fungsional secara keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa tujuan. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Input atau stimulus termasuk variabel standar yang berlawanan yang umpan baliknya dapat dibandingkan. Variabel standar ini adalah stimulus internal yang mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme koping yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem kognator. Regulator dan kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat efektor atau cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependen.

2.1.3 Manusia Sebagai Sistem
          Manusia ditinjau sebagai sistem,artinya manusia terdiri dari beberapa unsur atau sistem yang membentuk suatu totalitas.
Adapun berisi: sistem adaptif,sitem personal,sistem interpersonal,dan sistem sosial.
1.      Manusia sebagai sistem adaptif, disebabkan:
a)      Setiap individu dapat berubah
b)      Setiap individu merespon terhadap perubahan
2.      Manusia sebagai sistem personal, disebabkan:
a)      Setiap manusia memiliki proses persepsi
b)      Setiap manusia bertumbuh kembang.

3.      Manusia sistem interpersonal
a)      Setiap manusia berinteraksi dengan yang lain
b)      Setiap manusia memiliki peran dalam masyarakat
c)      Setiap manusia berkomunikasi terhadap orang lain
4.      Manusia sebagai sistem social
a)      Setiap individu memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan dalam  lingkungannya; keluarga, masyarakat, dan tempat kerja.

2.2           

 
Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.

2.2.1        Manusia Dengan Kebutuhan Dasarnya

a)      Kebutuhan dasar yang sama sesuai dengan prioritas masing-masing
b)      Kebutuhan dasar sebagian dapat ditunda 
c)      Kegagalan dalam pemenuhan dapat menimbulkan sakit
d)     Pemenuhannya  dipengaruhi  oleh  stimulus  internal maupun eksternal
e)      Selalu berusaha memenuhi  kebutuhan dengan segera 

2.2.2        Karakteristik kebutuhan Dasar Manusia
Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama,walaupun masing-masing memiliki latar belakang sosial,budaya, persepsi, dan pengetahuan yang berbeda. Manusia akan memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai dengan tingkat prioritas masing-masing. Kebutuhan dasaryang harus segera dipenuhi adalah kebutuhan dasar dengan tingkat prioritas yang paling tinggi/utama walaupun kebutuhan dasar umumnya harus dipenuhi,sebagian dari kebutuhan   tersebut dapat ditunda. Kegagalan dalam pemenuhan salah satu kebutuhan dasar dapat menimbulkan ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan sakit. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar,yang dipengaruhi oleh stimulus internal maupun eksternal. Kebutuhan dasar saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Manusia dapat merasakan adanya kebutuhan dan akan beruasaha memenuhinya dengan segera (Asmadi, 2008).
Model Kebutuhan Dasar Manusia menurut Abraham Maslow :

                      http://giensa.blog.com/files/2011/11/piramida-maslow-300x260.jpg

A.    KEBUTUHAN FISIOLOGI/ DASAR

      Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi.
Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan,organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan.
    Menurut Abraham Maslow kebutuhan fisiologi sangat mendasar, paling kuat dan paling jelas dari antara sekian kebutuhan adalah untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Yaitu kebutuhan untuk makan, minum,tempat tinggal, sexs tidur dan oksigen. Manusia akan menekan kebutuhannya sedemikian rupa agar kebutuhan fisiologis (dasar)nya tercukupi. Sebagai contoh:

1.      pengeluaran zat sis, di mana seseorang harus mengeluarkan zat-zat sisa yang sedah tidak terpakaioleh tubuh. Karena jika tidak di kelurkan akan mengakibatkan penyakit/pembentukan penyakit.
2.      Oksigen (O2) merupakan salah satu kebutuhan vital untuk kehidupan kita. Dengan mengkonsumsi oksigen yang cukup akan membuat organ tubuh berfungsi dengan optimal. Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan yang rendah dapat menyebabkan kemungkinan tubuh mengidap penyakit kronis. Sel-sel tubuhyang kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan kurang nyaman, takut atau sakit. Menguap adalah salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena mengantuk.

B.     KEBUTUHAN AKAN RASA AMAN

            Kebutuhan akan rasa aman ini baiasanya terpuaskan pada orang-orang yang sehat dan normal.Seseorang yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan setabilitas yang sanggat berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak di harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara panas/dingin, cuaca jelek, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan mendapatkan perlindungan hukum
Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dariteror, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh :
1.       Seseorang membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan panas memenuhi kepuasan untuk dirinya
2.       Saat indonesia di jajah kita melawan penjajah tersebut dan akhirnya merdeka karena saat terjajah kita tidak merasa amanan.
C.     KEBUTUHAN SOSIAL

            Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan rasa memiliki tempat di tengah kelomoknya.
Sebagai contoh :
1.       Dimana seseorang yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama membuat suatu kelompok/berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan dapat memberikan perhatian atas klompok tersebut.
2.       Kebutuhan cinta seorang anak oleh ibunya, itu sanggat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak misal seorang anak tercukupi kebutuhan akan kasih sayang maka perkembangan anak akan optimal berupa fisik maupun psikologinya karena perhatian yang di berikan ibu kepada anaknya.
D.    KEBUTUHAN AKAN PENGHARGAAN

            Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yakni:

1. HARGA DIRI
Merupakan penilaian terhadap hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal diri. Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di peroleh dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidak tergantungan dan kebebasan
Kebutuhan harga diri meliputi:
a)       Menghargai diri sendiri
b)       Menghargai orang lain
c)       Dihargai orang lain
d)       Kebebasan yang mandiri
e)       Preshies
f)        Di kenal dan di akui
g)       Penghargaan

2. PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN
            meliputi prestis, pengakuan, penerimaan,perhatian, kedudukan,nama baik serta penghargaan. Penghargaan dari orang lain sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan penghargaan itu seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percayaakan diri sendiri dan juga lebih produktif.
Kebutuhan penghargaan dari orang lain meliputi :
a)       Kekuatan
b)       Pencapaian
c)       Rasa cukup
d)       Kompetisi
e)       Rasa percaya diri
f)        Kemerdekaan
Sebagai conoh:
a)       Seorang pemahat di puji oleh pelanggannya maka iya akan lebih semangat dalam membuatmemproduksi karyanya dalam jumlah maupun model.
b)       Seorang guru yang mengajar, mengabdi bertahun-tahun dan mendapatkan pengangkatan pegawai negeri oleh pemerintah

E. KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI
     Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.
    Pada saat manusia sudah memenuhi seluruh kebutuhan pada semua tingkatan yang lebih rendah , melalui aktualisasi diri di katakan bahwa mereka mencapai potensi yang paling maksimal.
a)      Manusia yang teraktualisasi dirinya:
b)      Mempunyai kepribadian multi dimensi yang matang.
c)      Sering mampu mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang banyak.
d)     Mencapai pemenuhan kepuasan dari pekerjaan yang di kerjakan dengan baik.
e)      Tidak tergantung secara penuh pada opini orang lain.
Sebagai contoh:
Saat kita mengetahui bahwa minggu depan akan ada ulangan maka kita akan belajar lebih agar mendapatkan kepuasan dalam ujian dan mendapatkan nilai baik


2.3 Manusia Sebagai Klien Dalam Layanan Keperawatan
a.      Individu
            Sebagai klien yang bersifat individu, sasaran pemenuhan kebutuhan dasarnya  adalah biopsikososial dan spiritual yang berbeda dengan individu lainnya. Karena itu diharapkan terjadi proses pemenuhan kebutuhan dasar kearah kemandirian. Kebutuhan dasar tersebut meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan dan kenyamanan, cinta mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
b.      Keluarga
            Sebagai klien yang bersifat keluarga, diartikan sebagai sekelompok individu atau kumpulan dari individu yang saling berhubungan dan berinteraksi satu dengan yang lain dalam lingkungan sendiri atau masyarakat, sehingga dalam memberikan perawatan selalu memandang aspek keluarga karena melalui keluarga ini akan dapat diketahui factor yang mempengaruhi masalah kesehatan agar tujuan perawatan dalam membantu meningkatkan kemampuam keluarga untuk mampu menyelesaikan masalah (tugas) kesehatan secara mandiri dapat terpenuhi.
c.       Masyarakat
            Sebagai klien yang bersifat masyarakat, diartikan bahwa melalui masyarakat kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat rekreasi, transportasi,serta komunikasi dan sosial, dengan adanya keyakinan yang kuat dari masyarakat sehingga pandangan masyarakat sangat diperlukan dalam proses perubahan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat











BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang sama namun juga disesuaikan denag budaya masing-masing.Kebutuhan Dasar harus dipenuhi namun juga bisa di tunda.
Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan dasar dapat menyebabkan ketidakseimbangan hemoestasis dan munculnya patologis.Kebutuhan membuat orang berpikir dan bergerak untuk memenuhinya

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Manusia adalah salah satu dari sekian makhluk ciptaan Tuhan dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya manusia memiliki banyak kelebihan. Manusia merupakan makhluk yang utuh dan unik. Sebagai makhluk yang utuh manusia terdiri dari bio, psiko, sosio, dan spritual.
Manusia terdiri dari satu kesatuan yang merupakan karakteristik dan berakal, memiliki sifat-sifat yang unik karena manusia memiliki perbedaan dengan setiap manusia lainnya dan mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi kebutuhannya.

1.2  Rumusan Masalah
Apa saja yang mendasari konsep manusia?

1.3  Tujuan Masalah
Mengetahui konsep manusia













BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Konsep Manusia

Manusia adalah makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang lain,oleh karna itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Konsep manusia dibagi menjadi tiga bagian yaitu, manusia sebagai makhluk hilostik,manusia sebagai makhluk adaptif,manusia sebagai system.

2.1.1 Manusia Sebagai Makhluk Holistik
Manusia sebagai makhluk holistic mengandung pengertian,manusia makhluk yang terdiri dari unsur biologis,psikologis,social,dan spiritual atau sering disebut juga sebagai makhluk biopsikososialspiritual. Dimana keempat unsur ini tidak dapat terpisahkan,gangguan terhadap salah satu aspek merupakan ancaman terhadap aspek atau unsur yang lain.
Berikut keempat unsur tersebut ialah :
1.      Manusia sebagai makhluk biologis, disebabkan karna:
a)      Manusia terdiri dari gabungan system-sistem organ tubuh
b)      Manusia mempertahankan hidup
c)      Manusia tidak lepas dari hokum alam (khususnya hokum perkembangan)

2.      Manusia sebagai makhluk psokologis, karna:
a)      Setiap individu memiliki kepribadian yang unik (sanguin,melankholik,dll)
b)      Setiap individu memiliki tingkahlaku yang merupakan manifestasi dari kejiwaan
c)      Setiap individu memiliki kecerdasarn dan daya fikir
d)     Setiap individu memiliki kebutuhan psikologis untuk mengembangkan kepribadian

3.      Manusia sebagai makhluk social, karena:
a)      Setiap individu hidup bersama dengan orang lain
b)      Setiap individu dipengaruhi oleh kebudayaan
c)      Setiap individu terkait oleh norma yang berlaku dimasyarakat
d)     Setiap individu dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
e)      Setiap individu tidak dapat hidup sendiri tetapi perlu bantuan orang lain

4.      Manusia sebagai makhluk spiritual, karna:
a)      Setiap individu memiliki keykinan sendiri tentang adanya tuhan
b)      Setiap individu memiliki pandangan hidup,dan dorongan sejalan dengan keyakinan yang dipegangnya.
2.1.2 Manusia Sebagai Makhluk Adaptif

Adaptasi adalah proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan. Lingkungan adalah seluruh kondisi kadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organisme atau kelompok organism. Manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di lingkungannya yang akan selalu menunjukan prilaku adaptif dan maladatif. Apabila kemampuan merespon lingkungan tersebut baik, maka perilaku manusia akan menimbulkan perilaku adaptif, akan tetapi jika kemempuan dalam merespon kurang, maka perilaku manusia akan menimbulkan perilaku maladaptif.Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan dibawah ini:
Terdapat tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi:
1.      Respon takut
2.      Respon inflamasi
3.      Respon stress
4.      Respon sensori

Menurut Roy perilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh. Beradaptasi dan menangani ransangan lingkungan.
Asumsi dasar model Roy adalah:
1.      Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan social yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan
2.      Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan-perubahan biopsikosisial
3.      Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif.
4.      Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya,jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
5.      Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia.



Dalam asuhan keperawatan, menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan keperawatan adalah individu,keluarga,kelompok,masyarakat yang dipandang sebagai “Holistic adaptif system” dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan.
System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap bagian-bagiannya. System terdiri dari proses input,autput,kontrol dan umpan balik ( Roy, 1991 ),
Dalam memahami konsep model ini,Callista Roy mengemukakan konsep keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau keyakinan serta nilai yang dimilikinya diantaranya:
1.      Manusia sebagai makhluk biologi, psikologi dan social yang selalu berinteraksi dengan lingkungannya.
2.      Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi.
3.      Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh roy, diantaranya:
a)      Focal stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan seseorang dan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang individu.
b)      Kontekstual stimulus, merupakan stimulus lain yang dialami seseorang, dan baik stimulus internal maupun eksternal, yang dapat mempengaruhi, kemudian dapat dilakukan observasi, diukur secara subjektif.
c)      Residual stimulus, merupakan stimulus lain yang merupakan cirri tambahan yang ada atau sesuai dengan situasi dalam proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar dilakukan observasi.

4.      System adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya:
a)      Pertama, fungsi fisiologis, komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas kulit, indera, cairan dan elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.
b)      Kedua, konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
c)      Ketiga, fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
d)     Keempat, interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun kelompok.

e)      Dalam proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar mampu melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi dan keunggulan sehingga proses ini memiliki tujuan meningkatkan respon adaptasi.

Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik. Proses kontrol adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan dengan cara- cara adaptasi. Lebih spesifik manusia didefenisikan sebagai sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Dalam model adaptasi keperawatan, manusia dijelaskan sebagai suatu sistem yang hidup, terbuka dan adaptif yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan perubahan lingkungan. Sebagai sistem adaptif manusia dapat digambarkan dalam istilah karakteristik sistem, jadi manusia dilihat sebagai satu-kesatuan yang saling berhubungan antara unit fungsional secara keseluruhan atau beberapa unit fungsional untuk beberapa tujuan. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Input atau stimulus termasuk variabel standar yang berlawanan yang umpan baliknya dapat dibandingkan. Variabel standar ini adalah stimulus internal yang mempunyai tingkat adaptasi dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang dapat ditoleransi dengan usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme koping yang telah diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem kognator. Regulator dan kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat efektor atau cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependen.

2.1.3 Manusia Sebagai Sistem
          Manusia ditinjau sebagai sistem,artinya manusia terdiri dari beberapa unsur atau sistem yang membentuk suatu totalitas.
Adapun berisi: sistem adaptif,sitem personal,sistem interpersonal,dan sistem sosial.
1.      Manusia sebagai sistem adaptif, disebabkan:
a)      Setiap individu dapat berubah
b)      Setiap individu merespon terhadap perubahan
2.      Manusia sebagai sistem personal, disebabkan:
a)      Setiap manusia memiliki proses persepsi
b)      Setiap manusia bertumbuh kembang.

3.      Manusia sistem interpersonal
a)      Setiap manusia berinteraksi dengan yang lain
b)      Setiap manusia memiliki peran dalam masyarakat
c)      Setiap manusia berkomunikasi terhadap orang lain
4.      Manusia sebagai sistem social
a)      Setiap individu memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan keputusan dalam  lingkungannya; keluarga, masyarakat, dan tempat kerja.

2.2           

 
Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan adalah suatu keadaan yang ditandai oleh perasaan kekurangan dan ingin diperoleh sesuatu yang akan diwujudkan merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.

2.2.1        Manusia Dengan Kebutuhan Dasarnya

a)      Kebutuhan dasar yang sama sesuai dengan prioritas masing-masing
b)      Kebutuhan dasar sebagian dapat ditunda 
c)      Kegagalan dalam pemenuhan dapat menimbulkan sakit
d)     Pemenuhannya  dipengaruhi  oleh  stimulus  internal maupun eksternal
e)      Selalu berusaha memenuhi  kebutuhan dengan segera 

2.2.2        Karakteristik kebutuhan Dasar Manusia
Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama,walaupun masing-masing memiliki latar belakang sosial,budaya, persepsi, dan pengetahuan yang berbeda. Manusia akan memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai dengan tingkat prioritas masing-masing. Kebutuhan dasaryang harus segera dipenuhi adalah kebutuhan dasar dengan tingkat prioritas yang paling tinggi/utama walaupun kebutuhan dasar umumnya harus dipenuhi,sebagian dari kebutuhan   tersebut dapat ditunda. Kegagalan dalam pemenuhan salah satu kebutuhan dasar dapat menimbulkan ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan sakit. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar,yang dipengaruhi oleh stimulus internal maupun eksternal. Kebutuhan dasar saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Manusia dapat merasakan adanya kebutuhan dan akan beruasaha memenuhinya dengan segera (Asmadi, 2008).
Model Kebutuhan Dasar Manusia menurut Abraham Maslow :

                      http://giensa.blog.com/files/2011/11/piramida-maslow-300x260.jpg

A.    KEBUTUHAN FISIOLOGI/ DASAR

      Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi.
Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan,organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan.
    Menurut Abraham Maslow kebutuhan fisiologi sangat mendasar, paling kuat dan paling jelas dari antara sekian kebutuhan adalah untuk mempertahankan hidupnya secara fisik. Yaitu kebutuhan untuk makan, minum,tempat tinggal, sexs tidur dan oksigen. Manusia akan menekan kebutuhannya sedemikian rupa agar kebutuhan fisiologis (dasar)nya tercukupi. Sebagai contoh:

1.      pengeluaran zat sis, di mana seseorang harus mengeluarkan zat-zat sisa yang sedah tidak terpakaioleh tubuh. Karena jika tidak di kelurkan akan mengakibatkan penyakit/pembentukan penyakit.
2.      Oksigen (O2) merupakan salah satu kebutuhan vital untuk kehidupan kita. Dengan mengkonsumsi oksigen yang cukup akan membuat organ tubuh berfungsi dengan optimal. Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan yang rendah dapat menyebabkan kemungkinan tubuh mengidap penyakit kronis. Sel-sel tubuhyang kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan kurang nyaman, takut atau sakit. Menguap adalah salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena mengantuk.

B.     KEBUTUHAN AKAN RASA AMAN

            Kebutuhan akan rasa aman ini baiasanya terpuaskan pada orang-orang yang sehat dan normal.Seseorang yang tidak aman akan memiliki kebutuhan akan keteraturan dan setabilitas yang sanggat berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak di harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara panas/dingin, cuaca jelek, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari pencurian dan mendapatkan perlindungan hukum
Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dariteror, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh :
1.       Seseorang membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan panas memenuhi kepuasan untuk dirinya
2.       Saat indonesia di jajah kita melawan penjajah tersebut dan akhirnya merdeka karena saat terjajah kita tidak merasa amanan.
C.     KEBUTUHAN SOSIAL

            Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan rasa memiliki tempat di tengah kelomoknya.
Sebagai contoh :
1.       Dimana seseorang yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama membuat suatu kelompok/berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan dapat memberikan perhatian atas klompok tersebut.
2.       Kebutuhan cinta seorang anak oleh ibunya, itu sanggat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak misal seorang anak tercukupi kebutuhan akan kasih sayang maka perkembangan anak akan optimal berupa fisik maupun psikologinya karena perhatian yang di berikan ibu kepada anaknya.
D.    KEBUTUHAN AKAN PENGHARGAAN

            Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yakni:

1. HARGA DIRI
Merupakan penilaian terhadap hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal diri. Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di peroleh dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidak tergantungan dan kebebasan
Kebutuhan harga diri meliputi:
a)       Menghargai diri sendiri
b)       Menghargai orang lain
c)       Dihargai orang lain
d)       Kebebasan yang mandiri
e)       Preshies
f)        Di kenal dan di akui
g)       Penghargaan

2. PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN
            meliputi prestis, pengakuan, penerimaan,perhatian, kedudukan,nama baik serta penghargaan. Penghargaan dari orang lain sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan penghargaan itu seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percayaakan diri sendiri dan juga lebih produktif.
Kebutuhan penghargaan dari orang lain meliputi :
a)       Kekuatan
b)       Pencapaian
c)       Rasa cukup
d)       Kompetisi
e)       Rasa percaya diri
f)        Kemerdekaan
Sebagai conoh:
a)       Seorang pemahat di puji oleh pelanggannya maka iya akan lebih semangat dalam membuatmemproduksi karyanya dalam jumlah maupun model.
b)       Seorang guru yang mengajar, mengabdi bertahun-tahun dan mendapatkan pengangkatan pegawai negeri oleh pemerintah

E. KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI
     Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.
    Pada saat manusia sudah memenuhi seluruh kebutuhan pada semua tingkatan yang lebih rendah , melalui aktualisasi diri di katakan bahwa mereka mencapai potensi yang paling maksimal.
a)      Manusia yang teraktualisasi dirinya:
b)      Mempunyai kepribadian multi dimensi yang matang.
c)      Sering mampu mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang banyak.
d)     Mencapai pemenuhan kepuasan dari pekerjaan yang di kerjakan dengan baik.
e)      Tidak tergantung secara penuh pada opini orang lain.
Sebagai contoh:
Saat kita mengetahui bahwa minggu depan akan ada ulangan maka kita akan belajar lebih agar mendapatkan kepuasan dalam ujian dan mendapatkan nilai baik


2.3 Manusia Sebagai Klien Dalam Layanan Keperawatan
a.      Individu
            Sebagai klien yang bersifat individu, sasaran pemenuhan kebutuhan dasarnya  adalah biopsikososial dan spiritual yang berbeda dengan individu lainnya. Karena itu diharapkan terjadi proses pemenuhan kebutuhan dasar kearah kemandirian. Kebutuhan dasar tersebut meliputi kebutuhan fisiologis, keamanan dan kenyamanan, cinta mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
b.      Keluarga
            Sebagai klien yang bersifat keluarga, diartikan sebagai sekelompok individu atau kumpulan dari individu yang saling berhubungan dan berinteraksi satu dengan yang lain dalam lingkungan sendiri atau masyarakat, sehingga dalam memberikan perawatan selalu memandang aspek keluarga karena melalui keluarga ini akan dapat diketahui factor yang mempengaruhi masalah kesehatan agar tujuan perawatan dalam membantu meningkatkan kemampuam keluarga untuk mampu menyelesaikan masalah (tugas) kesehatan secara mandiri dapat terpenuhi.
c.       Masyarakat
            Sebagai klien yang bersifat masyarakat, diartikan bahwa melalui masyarakat kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat rekreasi, transportasi,serta komunikasi dan sosial, dengan adanya keyakinan yang kuat dari masyarakat sehingga pandangan masyarakat sangat diperlukan dalam proses perubahan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat











BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang sama namun juga disesuaikan denag budaya masing-masing.Kebutuhan Dasar harus dipenuhi namun juga bisa di tunda.
Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan dasar dapat menyebabkan ketidakseimbangan hemoestasis dan munculnya patologis.Kebutuhan membuat orang berpikir dan bergerak untuk memenuhinya

No comments:

Post a Comment

 
Blogger Templates